Melalui BTKP, Kemenhub Yakinkan Uji Alat Pelayaran Sebelum Di Pasarkan

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus lakukan pengujian pada beberapa alat keselamatan pelayaran. Melalui Balai Tehnologi Keselamatan Pelayaran (BTKP), Kemenhub pastikan beberapa alat keselamatan pelayaran lewat uji lapangan serta laboratorium buat memperoleh sertifikat sebelum di pasarkan. Menurut Kepala Seksi Rancang Bangun BTKP, Rusdi, ada juga beberapa produk keselamatan pelayaran dihadirkan di luar negeri yang harus memperoleh approval atau kesepakatan dari BTKP.

Ini hari kami mengetes peranan keseluruhannya beberapa beberapa alat keselamatan pelayaran, yang datang dari dalam negeri atau import, untuk pastikan serta menunjukkan alat itu telah sesuai dengan detail tehnis serta sesuai dengan standard keselamatan pelayaran sebelum di pasarkan,” papar Rusdi dalam info tercatat, Jumat (20/12/2019). Rusdi mencotohkan beberapa alat keselamatan pelayaran yang ditest dianya pada Kamis (19/12/2019) diantaranya adah 2 unit Inflatable Life Raft (ILR). ILR pertama ialah produk SG dengan kemampuan 6 orang. Sedang ILR yang ke-2 punya kemampuan 15 orang.

Baca juga : NetEase Diberitakan Akan Membuat Film Onmyoji Live Action !

Rusdi menjelaskan faksinya sudah mengetes 1 unit prototype MOB watch serta radio Produk SRC Korea, 1 unit prototype Radio VHF/AIS, 1 unit produk AIS Class B, serta 1 unit AIS Class A. “Diluar itu, kami mengetes peranan life jacket yang disebut produksi asli dalam negeri,” imbuhnya. Pengujian beberapa alat keselamatan itu, kata Rusdi, dikerjakan di teluk Jakarta, persisnya pada ruang buoy terluar dengan memakai KN. Partner Penting punya BTKP. Pengujian menyertakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) serta Sea Pembalap dari Pangkalan Pengamanan Laut serta Pantai (PLP) atau Sea and Coast Guard Kelas I Tanjung Priok, dan team penyelam.

Mengenai lembaga yang ikut berperan serta terbagi dalam perwakilan dari Direktorat Kenavigasian, Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok serta Pangkalan PLP kelas I Tanjung Priok. “Kami melakukan uji peranan ini keseluruhannya, untuk pastikan keselarasan di antara hasil uji di laboratorium dengan keadaan real di lapangan,” jelas Rusdi. Selanjutnya, Rusdi menjelaskan untuk pastikan terwujudnya keselamatan pelayaran, Rusdi menyarankan supaya semua beberapa alat keselamatan pelayaran (LSA serta FFA), seperti life boat, liferaft, co2 fixed syistem, portable fire extinguisher dan semua perlengkapan keselamatan pelayaran yang lain yang berada di atas kapal sudah lewat proses pengujian serta memperoleh approval dari BTKP.