Baleg DPR Janji Transparan serta Undang Banyak Faksi Ulas Omnibus Law

Tubuh Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebutkan faksinya akan transparan waktu mengulas Omnibus Law. Faksinya akan mengundang beberapa beberapa pihak berkaitan untuk dengarkan input berkaitan omnibus law. “Ulas UU ini untuk kebutuhan seluruh pihak serta kami akan terbuka,” kata anggota Baleg DPR, Firman Soebagyo dalam diskusi bertopik ‘Omnibus Law Buat Bimbang?’ di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020).

Berkaitan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Firman menyebutkan DPR belum terima draf dari pemerintah. Bila faksinya telah terima draf itu, ia janji akan minta opini dari beberapa faksi, terhitung serikat buruh. “Saat rekan-rekan dari KSPI, KSPN waktu demonstrasi di DPR ini positif buat DPR sebab ini satu input. Kami terima semua keberatan-keberatan hingga kami menjanjikan saat kami akan ulas UU ini tentu saja akan kami sertakan untuK beri input dalam rencana penyempurnaan agar UU ini ialah pleno,” papar Firman.

Baca juga : Windows 10 Penerapan Telephone Bisa Bertukar File Di Antara PC Serta Telephone Seluler

“Tentu saja DPR tentu saja akan lihat, pertama dalam bahasan UU itu harus transparan,” sambungnya. Tidak hanya akan dengarkan serikat buruh dalam mengulas omnibus law, DPR dikatakannya akan minta respon ke pemda serta aktor usaha. Nanti, DPR akan menarik rangkuman dari seluruh pihak waktu putuskan undang-undang itu.

“Kita boleh-boleh saja mengemukakan saran, kelak akan kita komparasi secara detail terhitung pandangan rekan-rekan pemerintah, aktor usaha terhitung dari buruh kelak akan kita mengambil rangkuman mana yang baik untuk kebutuhan Indonesia,” kata Firman. Firman memperjelas bila undang-undang yang dibuat DPR tidak bisa berbentuk diskriminatif. UU yang ditetapkan harus adil serta tidak berpihak ke satu faksi khusus. “Kualitas UU itu harus benar-benar kita prioritaskan serta UU itu tidak bisa ada perilaku sifatnya diskriminatif, memperlakukan spesial pada barisan satu yang lain,” pungkas Firman.